Mystical Experience

8 januari 2018

“tari, tunggu di warnet aja ya? Soalnya nanti pihak rumah sakit mau nelpon lagi katanya” aku mengajak tari menunggu telpon dari rumah sakit untuk mengurusi administrasi salah satu temanku —Dhila—yang sedang berada disana. Telpon asrama kami memang kebetulan disimpan di warnet pondok. Malam itu sekitar jam setengah 12. Biasanya warnet jam sebelas sudah sepi, karena batas menggunakan warnet di pondok itu sampai jam setengah sebelas.

Nah, sambil menunggu telpon, aku dan tari asyik mengobrol ditemani martabak pemberian salah satu saantriwan yang baru saja bertambah usianya. —barakallah fii umrik— Ketika kami sedang asyik berbincang, tiba-tiba aku mendengar suara laki-laki. “ehm” itu yang aku dengar. Suara itu berasal dari arah pojok warnet. Aku kira cuma aku yang dengar, tenyata Tari juga dengar. Otomatis aku dan Tari kaget dan langsung melihat ke arah pojok warnet, tapi kami tidak menemukan apapun.

“Kucing kali teh..” kata Tari. Kami pun melanjutkan ngobrol. Suara itu muncul lagi.. dua kali.. tiga kali.. sampai keempat kali aku dan Tari memberanikan diri mencari  suara itu. Kami melihat ke bawah —lantai satu—, karena memang kami sedang di lantai dua. Kami juga mencoba melihat-lihat ke arah Majelis Santriwan. Tapi serius. Nihil. Disitu tidak ada orang selain aku dan Tari.

Sedikit merinding. Tapi aku berusaha bersikap tenang agar tidak terlihat oleh Tari kalau aku sedang dibuat merinding. Kalau sampai Tari tau, dia juga akan ikut Takut. Aku mengajak tari kembali mengobrol, walaupun sebenarnya aku sudah tidak fokus pada topik yang sedang kami bicarakan.

Sampai untuk terakhir kali nya suara itu muncul kembali. Akhirnya aku jujur pada tari. “Tari, aku parno tau..ke kobong yu, gak ada yang nelpon kali” aku dan Tari pun masuk.

Skip. Malam itu aku mengumpulkan banyak tenaga agar bisa tidur.

Esok harinya, aku diminta ke rumah sakit untuk menjaga dhila. Sampai di rumah sakit aku mendengar  berita dari Vera bahwa semalam Rifky dan Tb melihat santri putri di warnet sedang main komputer.

“semalem jam setengah dua belasan ka rifky sama Tb ngeliat ada yang maen warnet di komputer yang D14, katanya pake gamis item, awalnya duduk. terus dia jalan ke arah kobong dua, tapi komputernya ga dimatiin, kata mereka cara jalannya kaya jalan teh dilah, selengean nya teh dilah banget”

Deg! Aku kaget mendengar penuturan Vera. “apaan sih Vey, orang semalem aku sama Tari di warnet nunggu telpon dari RS. aku sama Tari di warnet sampe jam setengah 12. warnet dari jam setengah 11 juga udah sepi. Lagian komputer yang D14 kan rusak, gabisa nyala. Aku sama tari juga gaada yang pake baju item. Terus mana mungkin dhila yang maen. Kan dhila nya aja disini.” aku mencoba menjelaskan pada Vera.

“serius teh? Tapi kak Rifky semalem  ngmongnya gitu. Vey juga nanya ke kak Rifky: ‘teh Alma kali itu mah..’ tapi kata kak rifky : ‘bukan..rifky mah kenal jalan Alma sama dhila. Itu mh cara jalannya Dhila’ gitu..”  Aku pun menyuruh Vera untuk tidak membahas hal itu lagi, karena aku tak mau di RS juga malah parno lagi..

Entah itu apa..??!!

Iklan

4 respons untuk ‘Mystical Experience

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: