Berdo’a baru kemudian Berusaha

“Do’a dulu baru usaha”

Petuah ini dikatakan oleh salah satu guru di sekolah ku. Bu lizariani namanya. Semua bangunan pemikiran yang ada selama ini yaitu “usaha dulu baru do’a”, beliau mencoba untuk mengonversi pemikiran itu dengan membaliknya menjadi “do’a dulu baru usaha”. Kenapa? entah, beliau pun tidak mau memberi tau alasannya sebelum aku mencari dan memahaminya sendiri —katanya—.

Aku tidak terlalu mempermasalahkan ini. Karena menurutku mau usaha dulu baru doa atau kebalikannya, yaa sama saja.  Yang penting seimbang. Kasarnya, aku tidak terlalu mempedulikan.

Sampai suatu ketika aku dihadapkan pada posisi dimana aku seperti terjerat jaring laba-laba. Semakin aku berontak, semakin aku terjerat. pikiran menjadi tidak jernih. Beban semakin berat dan yang pasti jalan keluar pun semakin jauh.

Pada suatu titik aku berhenti bergerak. Teringat nasihat imam Ali bin Abi Thalib r.a “perbaikilah akhiratmu, maka tuhan akan memperbaiki duniamu.”

Aku renungkan nasihat ini. Dan akupun mencoba mempraktikkan apa yang bu Liza katakan. Dan boom!!! Aku tau kenapa kita harus punya mindset “berdoa dulu baru berusaha”.

Iya, karena dengan berdo’a lebih dulu, berarti kita meminta bimbingan dan pertolongan Allah. Ya, supaya usaha kita tidak lagi berdasarkan nafsu belaka. Dan yang menarik, tiba-tiba banyak solusi yang datang di depan mata. Solusi yang tetap harus dijalankan sebagai bagian dari usaha. Step by step aku menyusuri labirin masalah untuk menemukan jalan keluar. Mulai dari hal yang terkecil. Tentunya dengan rasa Ikhlas. Semua hasil aku serahkan kepada-Nya  dan perlahan benang kusut itu mulai terurai.

Satu lagi yang harus diingat! Salah satu do’a yang paling efektif ternyata ada pada sepertiga malam terakhir. Saat kita mencurahkan segala kelemahan kita. Shalat malam memanglah hal yang berat yang bisa kita lakukan, tapi efektif dalam membangun magnet untuk mengundang elemen kebaghagiaan mendatangi jiwa.

Pernah aku mengikuti sebuah seminar dengan pembicaranya Kang Abay. Beliau ini seorang motivasinger. Dalam seminar itu beliau berpesan :

“perbanyak lah tahajjud. Orang yang suka tahajjud emang orang yang suka nangis, suka ngeluh. Tapi dia nangis sama ngeluhnya cuma sama Allah. Dimalam hari dia menangis mengeluhkan semua masalahnya sama Allah, tapi di siang hari dia berubah menjadi sosok yang tangguh di hadapan orang lain. Maka, jadilah atlet Allah yang tangguh.”

Kadang, masalah itu seperti cara tuhan memanggil kita supaya mendekat kepada-Nya. Kalau tidak diberi masalah, kita banyak lupanya. []

 

Yongky Putra U

Iklan

7 respons untuk ‘Berdo’a baru kemudian Berusaha

Add yours

  1. Mba.. mba.. saya mau tanya, kan mindset seperti itu perlu kebiasaan ya mba. Nah, tips tips untuk membiasakan dan mengaplikasiknnya secara rutin itu bagaimana dan apa aja ya mba? Share dong😄😄😄

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: