Fahami Maksud Allah

Hari pertama masuk sekolah, aku sudah disuguhkan pemandangan yang tidak enak. Ya, temanku —Caca namanya— pagi-pagi sudah menekuk wajahnya. Entah masalah apa yang sedang dia alami. Aku tidak berani bertanya. Satu jam pelajaran berlalu dia tetap tidak bicara. Kami satu bangku, kami dekat, tapi rasanya aku sendiri. Pikiranku mengira-ngira apa yang sedang dia alami. Mungkin baru saja mendapat masalah besar, atau mungkin bertengkar lagi dengan ibunya, bisa jadi dibuat kesal oleh Kakak laki-lakinya. Entahlah, yang pasti hari ini dia tidak seperti biasanya.

Akhirnya saat jam istirahat tiba, aku memberanikan diri untuk membuka percakapan dengan nada ceria yang sedikit dipaksakan. “Ca, kantin yu. Ngopi biar gak galau-galau amat.” Ah, ternyata dia masih mau aku ajak ke kantin. Tapi selama perjalanan ke kantin, yaa begitu. Hening. Sampai di kantin dia memilih untuk duduk dan tidak memesan apapun. Akupun memesankan kopi yang biasa dia pesan. Dan aku mulai mengajak dia berbicara. Serius.

“ada apa ca? diem mulu dari tadi. Punya masalah? Biasanya cerita.” Bukanya menjawab, dia malah menutup wajahnya. Dia menangis. Ya, kabut tebal sedang menyelimuti isi kepalanya. Aku coba menenagkan Caca sampai akhirnya dia mau bercerita tentang masalahnya. “caca bingung ma, padahal berdo’a udah. Tapi gak ada jalan terus. Gak dikabul terus”  itu kalimat penutup dari cerita dia.

“Ca, kadang kita selalu salah memahami maksud Allah.” Dia mengerutkan kening saat aku berkata begitu. Mungkin belum faham. Aku melanjutkan.

“kita ngeluh saat dikasih ujian yang berat. padahal itu bukan ujian, tapi cara Allah melatih kita supaya kita siap menerima rahmat-Nya di satu tempat.

Dikasih sakit, kita ngeluh. Padahal sakit adalah bagian dari meluruhkan dosa.

Kita ngeluh karena beban yang menumpuk, padahal Allah siap menerima sebesar apapun beban itu.

Kita ngeluh karena do’a tidak dikabulkan, padahal Allah mengabulkannya pada sisi yang  sama sekali kita tidak berfikir bahwa itu do’a yang terkabul.

Allah itu ngasih apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Bukannya Allah tidak mau mengabulkan do’a kamu, pasti Allah punya rencana lain yang jauh lebih baik diluar apa yang kamu pikirkan. Bukannya Allah selalu menginginkan hambanya bahagia? Ikhlas, Ca. Ikhlas ngejalanin apa yang harus dijalani. Ikhlas nerima apa yang Allah kasih. Serahin semuanya sama Allah. Insyaa Allah hati kamu lebih tenang.”

Caca menatapku kemudian tersenyum. yaa walaupun matanya sedikit sembab, tapi aku senang karena dia sudah memahami teorinya. “Makasih ma. kopi, caca yang bayar. Okey?”

 

b0cad9dca156f2218fa58e0ba8ddc956

 

Iklan

Satu respons untuk “Fahami Maksud Allah

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: